Sunday, January 18, 2009

Tujuan Perencanaan Keuangan

Tanya :
Setelah membaca rubrik ini dalam beberapa edisi, saya ingin mengetahui lebih dalam tentang tujuan dari perencanaan keuangan kita. Apakah bisa dijelaskan dalam rubrik ini ?
Hery S, Waru

Jawab :
Terima kasih anda telah mengikuti tulisan kami. Penjelasan tentang tujuan dari perencanaan keuangan telah kami paparkan sebelumnya. Tetapi tentunya konsep perencanaan keuangan kita sangat penting, sehingga banyak orang seperti anda perlu untuk mengetahui lebih jauh.

Pada dasarnya perencanaan keuangan diperlukan untuk menentukan arah yang jelas bagi pengelolaan keuangan pribadi atau keluarga kita. Tanpa arah dan tujuan yang jelas, kita tidak akan bisa mengelola keuangan kita dengan baik. Tanpa perencanaan keuangan yang baik, kita akan cenderung memboroskan uang yang kita peroleh dengan susah payah. Tanpa perencanaan, kita akan cenderung menghabiskan uang yang kita miliki hari ini untuk kebutuhan hari ini. Para karyawan dengan gaji bulanan cenderung bersikap seperti ini, karena yakin bahwa bulan depan dia akan memperoleh gaji lagi.

Salah satu tujuan umum perencanaan keuangan adalah supaya di suatu waktu mendatang, kita akan bebas secara finansial, yakni bahwa kita akan memiliki dana yang cukup untuk memenuhi kebutuhan kita. Karena itu sebelumnya kita harus menentukan terlebih dahulu apa tujuan keuangan kita untuk jangka pendek, menengah atau jangka panjang. Tujuan jangka pendek, misalnya, anda memerlukan sebuah kamar baru untuk anak-anak yang mulai beranjak remaja. Sedangkan dalam jangka panjang, misalnya, anda ingin membiayai pendidikan anak-anak sampai ke tingkat perguruan tinggi, atau anda dan pasangan anda berencana untuk keliling Indonesia saat anda mencapai usia pensiun. Tujuan tersebut di atas, haruslah kita bicarakan bersama-sama keluarga, apakah dengan istri atau suami, atau bahkan dengan anak-anak.

Setelah itu kita harus melihat secara lebih cermat, dimanakah posisi keuangan kita sekarang? Berapa dana yang sekarang kita miliki? Berapa besar dana yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan keuangan tersebut? Dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut?

Anda dapat melakukan perencanaan keuangan sendiri, atau dengan bantuan seorang perencana keuangan yang anda kenal baik. Perencana keuangan ini akan membantu anda selangkah demi selangkah untuk mengumpulkan data keuangan anda, menganalisa dan kemudian merekomendasikan langkah-langkah yang harus anda lakukan. Di tahap berikutnya, perencana keuangan akan mendampingi anda mengimplementasikan rekomendasi dan perencanaan tersebut. Kendati anda memiliki konsultan perencanaan keuangan, peranan anda pribadi sangat penting, karena anda sendiri yang akan menentukan tujuan keuangan anda, menjalani proses untuk mencapai tujuan tersebut dan meneliti apakah posisi keuangan dari waktu ke waktu mengarah pada tujuan yang telah ditetapkan.

Sebuah perencanaan keuangan akan melakukan perencanaan di beberapa bidang, yaitu perencanaan investasi, perencanaan asuransi, perencanaan pensiun dan pendidikan anak, perencanaan pajak, serta perencanaan warisan. Jika kita telah melakukan perencanaan keuangan di semua bidang tersebut, maka langkah selanjutnya adalah menerapkan pada kehidupan anda. Setelah itu anda dan keluarga anda dapat tidur nyenyak.

Selamat tidur nyenyak.

Wednesday, December 10, 2008

Merencanakan liburan sekolah

Tanya :
Sebagai seorang ayah yang mempunyai 2 orang anak berusia 7 dan 3 tahun, saya ingin sekali menyempatkan waktu liburan sekolah yang sebentar lagi untuk pergi ke tempat wisata. Apa yang harus saya rencanakan agar liburan kami lancar?
Suryanto, Gresik

Jawab :
Memang waktu liburan sekolah adalah saat yang paling tepat untuk berkumpul bersama keluarga dan menikmati obyek-obyek wisata yang ingin kita sekeluarga kunjungi.

Yang harus diperhatikan pertama kali adalah berapa besar dana yang disediakan untuk liburan kali ini. Dan dana tersebut berasal darimana? Apakah berasal dari tabungan yang kita sediakan khusus untuk liburan atau tempat bekerja kita memang menyediakan fasilitas cuti beserta biaya untuk liburan. Yang perlu dicatat adalah bahwa biaya liburan hendaknya tidak berasal dari biaya bulanan yang disediakan untuk hidup sehari-hari. Besarnya dana akan menentukan kemana kita sekeluarga bisa menikmati liburan kali ini.

Yang kedua, kemana kita sekeluarga akan berlibur dan alat transportasi apa yang kita gunakan. Jika tempat berlibur cukup jauh dari tempat tinggal anda, maka pesawat udara adalah pilihan yang paling tepat untuk itu. Apalagi saat ini, alat transportasi udara ini menawarkan harga yang cukup bersaing. Tetapi jika kita ingin mengunjungi obyek wisata yang bisa ditempuh dengan mobil pribadi, maka kita harus mempersiapkan kondisi mobil agar layak untuk menempuh perjalanan jauh.

Yang ketiga, buatlah jadwal. Sehingga semua anggota keluarga dapat mempersiapkan diri masing-masing dengan baik. Jadwal ini perlu dibuat, karena berkaitan dengan banyaknya perlengkapan dan jenis perlengkapan yang perlu dibawa. Misalnya kita merencanakan untuk berlibur di pegunungan, maka jaket penahan hawa dingin adalah perlengkapan yang mutlak dibawa. Atau jika kita ingin berlibur ke pantai, maka baju renang atau alat-alat untuk bermain pasir adalah perlengkapan yang perlu dibawa. Juga lamanya berlibur akan menentukan seberapa banyak baju yang diperlukan.

Yang keempat, surveilah tempat-tempat yang kita kunjungi. Kita tidak perlu mendatangi tempat – tempat yang akan kita kunjungi. Cukup dengan mencari informasi melalui telpon ke tempat yang kita akan kunjungi, atau coba menelpon biro perjalanan anda. Atau mencari informasi melalui teman-teman yang pernah mengunjungi obyek yang ingin kita kunjungi. Informasi yang kita perlukan adalah lokasi, bagaimana cara menempuh tempat tersebut, berapa besar biaya yang diperlukan. Pada umumnya biaya pada saat “peak season” atau waktu liburan meningkat. Kita perlu mencadangkan dana khusus untuk peningkatan biaya ini.

Yang kelima, persiapan untuk keadaan darurat. Risiko – risiko pasti akan menyertai perjalanan kita nantinya. Apakah risiko sakit, kecelakaan atau mogok di jalan. Untuk mengantisipasi risiko sakit, kita perlu membawa surat-surat yang diperlukan dan rumah sakit mana saja yang direkomendasikan oleh tempat kita diasuransikan. Juga bawalah obat-obat yang diperlukan untuk sakit-sakit yang ringan. Untuk risiko kecelakaan, kita dapat membeli asuransi perjalanan sesuai dengan lama waktu kita berlibur.

Kemudian selamat mempersiapkan liburan anda dan selamat jalan.

Sunday, November 30, 2008

Membeli Produk Asuransi

Tanya :
Sudah beberapa kali ini saya dihubungi oleh agen asuransi dengan produk yang macam-macam. Saya takut untuk membeli produk-produk tersebut, karena seringkali ada surat pembaca di koran yang saya baca yang menyatakan kekecewaan atas proses klaim yang berbelit-belit, sampai tidak dibayarnya klaim yang diajukan. Juga ada yang mengeluh tentang produk yang ternyata tidak sesuai dengan harapan alias membeli produk yang tidak pas. Bagaimana saya bisa menilai bahwa saya mempunyai kebutuhan untuk membeli produk asuransi, dan produk yang saya beli adalah produk yang pas, serta saya membeli pada perusahaan asuransi yang baik?
Amir F, Waru

Jawab :
Terima kasih atas pertanyaannya. Anda tampaknya adalah orang yang cukup berhati-hati dalam memutuskan untuk membeli sesuatu. Membeli asuransi adalah membeli komitmen, karena premi yang kita bayar umumnya berjangka waktu cukup panjang, paling pendek biasanya lima tahun, sedangkan yang panjang bisa sampai 20 sampai 30 tahun. Seringkali para pembeli asuransi atau sering disebut pemegang polis tidak memikirkan berapa lama dan berapa besar premi yang harus dibayar. Karena ketidakmampuan membayar di tengah-tengah masa kontrak akan menyebabkan polis asuransi yang dibelinya menjadi batal / kedaluarsa, atau pertanggungan yang diinginkan di awal menjadi lebih kecil. Ini yang kadang memicu kesalahpahaman di antara pemegang polis dan perusahaan asuransi.

Setiap kali kita membeli asuransi, kita pasti diminta mengisi suatu formulir atau sering disebut surat permintaan asuransi (SPA). Surat ini adalah dasar untuk diterbitkannya polis asuransi. Pada umumnya SPA menanyakan tentang data-data pribadi, kondisi kesehatan, kondisi keuangan serta produk yang dibeli. Kesalahan pengisian atau ketidakjujuran saat mengisi SPA, akan menyebabkan tidak samanya kondisi yang ditanggung oleh perusahaan dengan kondisi sebenarnya. Misalnya begini, informasi yang didapat dari SPA menyebutkan bahwa kondisi tertanggung adalah sehat, padahal beberapa saat sebelumnya tertanggung terkena stroke ringan. Jika kondisi ini tidak disebutkan di SPA, maka polis akan diterbitkan dengan asumsi bahwa tertanggung adalah sehat. Jika terjadi sesuatu akibat dari stroke ringan yang pernah dialami, maka perusahaan asuransi tidak akan membayar klaimnya.

Lalu produk apa yang pas buat kita? Hal ini bisa ditanyakan langsung kepada konsultan, agen atau perencana keuangan yang anda percayai. Kesalahan pemilihan produk akan menyebabkan tidak tercapainya tujuan yang anda tentukan di awal.

Kemudian perusahaan asuransi mana yang baik? Pada intinya, perusahaan asuransi yang baik memiliki tingkat kesehatan keuangan yang baik, produk yang berkualitas dan inovatif, serta tingkat pelayanan nasabah yang handal.

Selamat berasuransi !!!