Thursday, April 14, 2011

Apa itu asuransi jiwa?

Tanya :
Sudah banyak tulisan tentang asuransi jiwa, tetapi saya belum “sreg” dengan penjelasan yang ada. Apakah ada penjelasan yang pas?
Setiawan, Waru

Jawab :
Anda tampaknya cukup rajin untuk menimba ilmu dari berbagai sumber informasi, apakah dari buku maupun dari media massa. Ada satu buku baru yang berhubungan dengan asuransi jiwa yang bisa anda baca (tidak hendak mempromosikan buku ini) berjudul Smart Investment and Insurance Protection for Ordinary Family karangan Roy Sembel dan kawan-kawan. Buku ini bisa diperoleh di toko – toko buku terdekat.

Marilah kita kupas asuransi jiwa ini satu persatu. Pada dasarnya istilah asuransi jiwa berasal dari istilah dalam bahasa Inggris yaitu Life Insurance. Ditilik dari istilah bahasa Inggrisnya yang berhubungan dengan kata Life, maka konsep dari asuransi jiwa berhubungan dengan hidup dari orang-orang yang ditinggalkan oleh sang pencari nafkah. Jadi fokus dari asuransi jiwa adalah kehidupan dari orang – orang yang kita cintai, apakah itu istri atau anak-anak kita. Atau ada pihak lain yang memiliki ketergantungan finansial kepada kita, apakah itu orangtua atau yayasan yatim piatu yang kita santuni.

Sebagai seorang kepala keluarga yang peduli atau “care” dengan keluarganya, pastilah dia akan mengasuransikan dirinya, agar saat dia tidak ada maka keluarganya akan tetap hidup sejahtera dengan tingkat kehidupan yang sama dengan tingkat kehidupan saat kita masih hidup. Dengan adanya perlindungan asuransi ini, maka kita akan tenang bekerja meskipun risiko kehidupan semakin meningkat.

Kemudian, berapa besar Uang Pertanggungan yang dibutuhkan? Marilah kita lihat ilustrasi berikut ini. Misalnya untuk keperluan bulanan keluarga kita dibutuhkan dana sebesar Rp. 2 juta. Dengan tingkat bunga di pasaran yang sekitar ½ % per bulan, maka dibutuhkan Uang Pertanggungan sebesar Rp. 400 juta. Uang sebesar itu akan menghasilkan bunga sebesar Rp. 2 juta per bulan untuk keperluan bulanan keluarga. Dana pokok sebesar Rp. 400 juta tetap utuh untuk keperluan yang besar di kemudian hari.

Besarnya Uang Pertanggungan ini akan berubah sesuai dengan tingkat kehidupan keluarga kita dan juga berubah akibat perubahan tingkat bunga di pasaran. Misalnya keperluan bulanan kita naik menjadi Rp. 2,5 juta, maka Uang Pertanggungan yang dibutuhkan akan naik sesuai dengan kenaikan biaya bulanan kita tersebut.

Selamat berasuransi.

Tuesday, April 12, 2011

Menabung dari keterbatasan

Tanya :
Kami baru saja memasukkan anak ke sekolah kami di sebuah Taman Kanak-Kanak di dekat rumah kami. Sebelumnya kami tidak membayangkan bahwa biaya yang harus kami keluarkan untuk sekolah anak kami begitu besar. Selain harus membayar uang pangkal, kami juga harus membayar uang seragam dan perlengkapannya lainnya yang tidak kami duga sebelumnya. Kami bertekad bahwa kami harus mempunyai tabungan untuk kelanjutan sekolah anak kami. Tetapi penghasilan kami pas-pasan untuk hidup sehari-hari, bagaimana mungkin kami menyisihkan sebagian pendapatan kami untuk ditabung?
Ade K, Ketintang, Surabaya

Jawab :
Memang pendidikan untuk anak-anak kita haruslah menjadi prioritas kita. Pendidikan yang baik memerlukan biaya yang tidak sedikit, seperti ada pepatah “Jer basuki mawa bea”. Harapan untuk hidup sejahtera di masa depan memerlukan pengorbanan, apakah berupa waktu, tenaga maupun biaya.

Untuk kasus yang anda paparkan, marilah kita lihat selangkah demi selangkah. Yang pertama harus kita lakukan adalah mengetahui pola pengeluaran kita setiap bulan. Untuk itu kita perlu mencatat pengeluaran yang kita lakukan sedetil mungkin. Dari catatan tersebut akan terlihat pengeluaran-pengeluaran mana saja yang seharusnya tidak perlu kita lakukan. Katakan pendapatan anda sebesar Rp. 1 juta rupiah setiap bulan, sedangkan dari catatan yang kita lakukan pengeluaran yang ada sebesar Rp. 990.000,-. Setelah kita lakukan penelitian, pengeluaran yang tidak seharusnya kita lakukan sebesar Rp. 100.000. Jadi sebenarnya kita bisa menabung sebesar Rp. 110.000,-

Langkah kedua adalah menabung setiap awal bulan sebesar dana yang bisa kita tabung. Dalam kasus di atas sebesar Rp. 110.000. Mengapa harus di awal bulan? Menabung di akhir bulan sama dengan tidak menabung sama sekali. Jika uang masih ada di kantong kita, maka ada banyak “godaan” yang membuat kita dengan “terpaksa” melakukan pengeluaran yang tidak seharusnya kita lakukan. Banyak diskon yang menarik di plasa-plasa, atau cicilan barang-barang tertentu dari teman dekat yang cukup menggoda.

Dengan berdisiplin menabung, maka kita akan terbiasa untuk menyisihkan sebagian pendapatan kita untuk memenuhi kebutuhan di masa depan.

Ada pepatah mengatakan “Persiapkanlah diri anda untuk hidup seribu tahun lagi”. Selamat menabung.

Thursday, October 28, 2010

Mempersiapkan Pensiun

Tanya :

Pengasuh rubrik yang terhormat, saya seorang pegawai perusahaan swasta. Fasilitas yang saya peroleh cukup baik, termasuk adanya program pensiun. Tetapi setelah dihitung besarnya uang pensiun yang saya dapat, rasanya tidak cukup untuk membiayai kehidupan saya dan istri di usia senja. Saya memerlukan informasi yang memadai untuk mempersiapkan masa pensiun kami.

Adi Prasetyo, Sidoarjo

Jawab :

Pak Adi yang baik, anda tampaknya cukup berpikiran jauh. Memang pada umumnya uang pensiun yang disediakan oleh tempat kita bekerja “hanyalah” bantuan untuk membiayai masa pensiun. Kita sendirilah yang harus mempersiapkan biaya saat kita memasuki masa pensiun.

Setiap orang pastilah memiliki angan-angan yang berbeda pada saat memasuki masa pensiunnya. Ada yang berkeinginan untuk tinggal di daerah asalnya, misalnya di sebuah pedesaan yang jauh dari keramaian kota. Ada pula yang ingin jalan-jalan keliling dunia. Ada pula yang ingin hidup di sebuah panti jompo yang terawat baik agar dia tidak perlu pusing-pusing untuk memikirkan operasional rumah tangganya.

Setiap keinginan tersebut pastilah memerlukan biaya yang berbeda. Berapa besar biayanya tergantung dari “model” kehidupan yang kita inginkan. Selain itu ada biaya lain yang meningkat cukup drastis yaitu biaya kesehatan. Saat memasuki masa pensiun, tingkat kesehatan kita pastilah menurun atau minimal berkurang dari masa sebelum pensiun. Mahalnya biaya kesehatan saaat pensiun, selain karena tingkat inflasi biaya kesehatan lebih tinggi daripada tingkat inflasi rata-rata. juga karena risiko sakit saat usia tua meningkat.

Ada banyak jalan agar kehidupan saat pensiun dapat kita lalui dengan sejahtera. Adanya program pensiun dari tempat kita bekerja akan membantu kita untuk mulai merencanakan biaya pensiun. Kemudian kita lihat berapa besar kebutuhan dana yang diperlukan pada masa pensiun yang akan kita jalani. Selisih antara kebutuhan pensiun dan uang pensiun dari program yang diselenggarakan oleh tempat kita bekerja merupakan besar biaya pensiun yang harus kita persiapkan sendiri. Kita dapat membeli produk asuransi tertentu yang memang dapat kita pakai untuk membiayai pensiun, atau dapat juga membeli produk dana pensiun dari DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) yang dikelola oleh Bank atau Asuransi.

Untuk membiayai kesehatan, kita perlu melihat beberapa produk asuransi kesehatan yang memang diperuntukkan bagi pembiayaan kesehatan masa pensiun. Atau jika anda kurang puas dengan terbatasnya produk untuk pensiunan di dalam negeri, anda bisa juga melirik produk pensiun dari negara tetangga.

Ada sedikit catatan, jika perusahaan tempat anda bekerja telah memiliki program pensiun sendiri pastilah perusahaan tersebut sangat memperhatikan karyawannya. Karena saat pensiun, selain karyawan akan memperoleh uang dari program pensiun tersebut, juga mendapatkan uang dari program Jamsostek dan sejumlah uang lumpsum (atau sekaligus) berdasarkan undang-undang ketenagakerjaan. Uang pensiun dari beberapa sumber tersebut dapat anda mengurangi besarnya uang pensiun yang harus kita rencanakan sendiri.

Kepedulian anda untuk memikirkan pensiun mulai saat ini, akan membantu anda untuk kehidupan pensiun yang sejahtera.

Selamat mempersiapkan diri.