Tuesday, March 2, 2010

Pendidikan Anak

Tanya :
Pengasuh rubrik Kelola Keuangan Keluarga, saya adalah kepala keluarga dengan 2 orang yang masih kecil. Anak yang pertama sudah memasuki tingkat sekolah dasar tahun 2004 ini, sedangkan anak yang kecil baru memasuki tingkat TK. Saat memasukkan anak pertama kami ke SD, kami terkejut ternyata biaya sekolah yang harus kami bayarkan cukup tinggi. Itu baru tingkat dasar, belum lagi tingkat yang lebih tinggi, SMP, SMA maupun perguruan tinggi. Kami ingin mempersiapkan biaya pendidikan anak ini sedini mungkin, agar anak kami dapat memperoleh pendidikan yang memadai untuk hidupnya kelak. Mohon bantuannya.
Agus Supriyadi, Surabaya

Jawab :
Pak Amir yang peduli pendidikan anak, memang bicara pendidikan adalah bicara sesuatu yang “mahal” dan harus dipersiapkan dengan baik, sehingga tujuan yang kita inginkan itu dapat dicapai.

Dalam mempersiapkan biaya pendidikan anak, pertama kali yang harus kita lakukan adalah kemana kita akan menyekolahkan anak kita, dan sampai tingkat apa. Tempat menyekolahkan anak sangat mempengaruhi berapa besar dana yang harus dipersiapkan. Antara sekolah negeri dan sekolah swasta memiliki tingkat biaya yang berbeda. Apalagi jika menyekolahkan anak kita ke luar negeri.

Kemudian sampai tingkat apa anak kita mau kita sekolahkan. Ada orangtua yang menyekolahkan anaknya sampai tingkat S1, bahkan ada yang punya keinginan sampai tingkat S2. Ini juga mempengaruhi besar dana yang dipersiapkan. Untuk tingkat S2, beberapa perguruan tinggi di Indonesia memerlukan dana sekitar Rp. 50 juta. Sedangkan untuk S1 sekitar separuhnya.

Beberapa orangtua ada yang punya keinginan untuk menyekolahkan anaknya sampai ke luar negeri. Untuk ini perlu pertimbangan yang matang, karena biaya pendidikan untuk beberapa negara berbeda-beda. Sekolah di Australia, Amerika Serikat atau daratan Eropa memiliki tingkat biaya berbeda. Yang perlu dipersiapkan untuk sekolah di luar negeri, tidak hanya biaya pendidikannya, juga biaya hidup di sana.

Kedua, adalah bagaimana mempersiapkan biaya pendidikan tersebut. Banyak lembaga keuangan yang membantu kita untuk persiapan ini, apakah di perbankan, asuransi atau bahkan kita dapat mempersiapkan melalui jenis investasi lain yang sesuai dengan pengalaman dan kemampuan kita. Produk yang ada di perbankan, biasanya mengharuskan nasabah untuk menyisihkan pendapatan setiap bulan sesuai dengan target yang sudah ditentukan di awal. Biasanya disebut sebagai tabungan untuk pendidikan. Misalnya untuk anak kita yang masuk SMP 5 tahun lagi, kita memerlukan dana sebesar Rp. 20 juta. Maka bank akan menghitung berapa besar kita harus mengiur setiap bulannya.

Sedangkan produk asuransi lain lagi, ada yang menyebutnya asuransi pendidikan atau asuransi beasiswa. Produk asuransi biasanya mempunyai manfaat saat anak memasuki tahun-tahun sekolah, misalnya saat masuk SD, SMP, SMP atau perguruan tinggi. Agar kita dapat memperoleh manfaat asuransinya, kita harus membayar premi secara reguler atau secara sekaligus.

Untuk membiayai pendidikan ini, ada beberapa orangtua yang menyimpannya dalam bentuk lain, misalnya properti (apakah itu rumah atau tanah), bahkan ada yang mempersiapkannya dalam bentuk batangan emas.

Itu semua tergantung dengan kita, pengalaman kita dan kemampuan kita dalam mempersiapkan dana untuk pendidikan ini.

Jadi pertama, tentukan tujuan secara spesifik, baru kemudian “kendaraan” apa yang paling sesuai untuk mencapai tujuan tersebut.

Selamat mempersiapkan diri.

Wednesday, December 23, 2009

Mengelola Uang THR

Tanya :
Sebagai seorang karyawan, bulan-bulan ini saya menerima uang THR. Tetapi saya bingung bagaimana mengelolanya agar kehidupan kami sedikit lebih baik daripada sebelumnya. Pengalaman sebelumnya sangat menyesakkan karena uang THR yang saya terima tahun lalu habis begitu cepatnya. Mohon saran, agar uang THR dapat saya manfaatkan lebih baik mulai tahun ini.
Rudyanto, Waru

Jawab :
Pak Rudyanto, tampaknya anda telah memperoleh pengalaman yang sangat berharga dengan uang THR yang anda terima tahun lalu. Pengalaman adalah guru yang baik bagi kita, kita tidak perlu menyesalinya tetapi bahkan mensyukurinya karena pengalaman tadi akan memacu kita untuk berbuat sesuatu lebih baik setelahnya. Mudah-mudahan saran di bawah ini membantu anda untuk mengelola uang THR yang anda terima dengan lebih baik.

Pertama, anggaplah uang THR yang anda terima sebagai uang yang harus ditabung atau diinvestasikan. Sehingga anda dan keluarga tidak berpikir tentang kebutuhan apa saja yang bisa dibeli dengan uang THR tadi. Banyak orang yang menghabiskan uang THR yang umumnya sebesar 1 bulan gaji dalam waktu yang sangat singkat, karena mereka tidak punya rencana dan menganggap uang tadi sebagai uang kaget yang boleh dihabiskan dalam waktu sekejap. Bahkan ada yang sudah habis sebelum uang THR diterima, misalnya orang tersebut telah membeli barang tertentu yang pembayarannya dilakukan saat uang THR diterima yang artinya anda membeli sebelum uang di tangan. Sehingga uang THR yang baru saja diterima, langsung “melayang” ke tempat lain.

Kedua, rencanakan penggunaan uang THR tadi sebijak mungkin. Beberapa orang merencanakan untuk membayar premi asuransi dari sana, dan lainnya menginvestasikannya di reksadana atau di deposito. Anda dapat juga mengalokasikan sebagian uang THR tadi untuk kebutuhan yang membengkak menjelang Hari Raya. Misalnya untuk membayar uang THR pembantu, untuk keperluan mudik ke kampung atau lainnya. Pastikan bahwa anda mempunyai rencana penggunaan uang THR tadi.

Ketiga, sebagian uang THR bisa dipakai untuk melunasi atau melunasi sebagian kredit anda. Misalnya anda memiliki kredit kepemilikan rumah di suatu bank, maka anda dapat melunasi sebagian kredit yang anda ambil di bank tersebut. Dengan melunasi sebagian kredit tadi, maka cicilan bulanan selanjutnya akan berkurang dan anda dapat menggunakan selisihnya untuk meningkatkan taraf hidup keluarga. Atau dengan pelunasan sebagian tadi, kita dapat memperpendek masa pembayaran pinjaman. Misalnya masa pembayaran pinjaman awalnya adalah 10 tahun, dengan pelunasan sebagian tadi masa pembayaran menjadi 8 atau 7 tahun.

Tujuan dari diberikannya THR adalah untuk mengatasi kebutuhan yang membengkak menjelang dan saat hari raya, pastikan bahwa THR yang diterima juga dapat meningkatkan kesejahteraan kita selanjutnya. Penggunaan uang THR secara bijak dan hati-hati akan membantu kita untuk melangkah di hari-hari berikutnya dengan lebih baik.

Selamat berhari raya.

Monday, September 28, 2009

Mengalokasikan Kenaikan Gaji untuk Kesejahteraan

Tanya :

Kami baru saja mendapatkan kenaikan gaji yang cukup lumayan di awal tahun ini. Tetapi kami bingung untuk mengalokasikannya. Ada keinginan untuk mengganti mobil, tetapi mobil yang kami pakai saat ini masih layak digunakan. Sedangkan istri menginginkan sebagian untuk membeli perhiasan. Apakah ada saran untuk ini.

Suryanto, Gresik


Jawab :

Selamat kepada anda yang telah mendapatkan kenaikan gaji yang cukup baik tahun ini, ini berarti anda sudah cukup bekerja keras tahun sebelumnya. Dan anda tampaknya orang yang cukup cermat untuk menghindari ketidakefisienan penggunaan kenaikan gaji tadi.


Banyak orang salah mengalokasikan kenaikan gaji tadi, mereka tidak tahu apa yang mereka beli sehingga mereka lebih “miskin” daripada sebelumnya. Misalnya mereka membeli mobil yang lebih baik atau lebih “mewah”, sehingga berakibat membengkaknya biaya bulanannya, karena pembayaran cicilan kredit yang cukup besar. Mereka menambah “kenikmatan” saat ini tetapi dengan mengurangi “kenikmatan” di masa depan, karena dana yang dialokasikan di masa depan semakin kecil.


Pada dasarnya kenaikan gaji haruslah dipakai untuk meningkatkan kesejahteraan, tidak hanya untuk kesejahteraan masa kini tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan di masa depan. Jadi kenaikan gaji tadi sebagian kecil bisa dipakai untuk meningkatkan alokasi keperluan biaya bulanan. Sedangkan sisanya dialokasikan untuk meningkatkan asset produktif anda. Misalnya anda mempunyai sebuah warung kecil yang dijalankan istri anda, maka kenaikan tadi bisa dipakai untuk meningkatkan modal warung tadi. Dengan modal yang lebih besar, maka perputaran dana di warung tadi akan semakin besar, dan keuntungan yang akan didapatkan juga diharapkan meningkat. Juga kenaikan tersebut bisa dipakai untuk meningkatkan investasi portofolio anda. Jika sebelumnya anda bisa menyisihkan dana dari gaji sebesar Rp. 1 juta, dengan kenaikan gaji yang bagus saat ini, anda bisa menyisihkan sebesar Rp. 2 juta.


Tentang keinginan membeli mobil, ada baiknya ditunda dulu, jika anda merasa bahwa pembelian mobil tadi malah menggerogoti surplus pendapatan anda. Sedangkan keinginan istri untuk membeli perhiasan, sepanjang keinginan itu dengan motif investasi, maka keinginan tersebut bisa anda wujudkan. Sepanjang keinginan pribadi anda yang berakibat meningkatnya asset keluarga anda, maka anda dapat melakukannya dengan cermat.


Jadi kenaikan gaji yang cukup baik saat ini, bisa anda jadikan momentum untuk meningkatkan asset anda. Dengan kenaikan asset tadi diharapkan anda dapat juga meningkatkan pendapatan pasif (pendapatan yang diperoleh dari asset produktif, tidak dari anda bekerja) anda. Dan jangan lupa kenaikan gaji tadi menunjukkan bahwa nilai ekonomi anda meningkat seiring dengan kenaikan tersebut, sehingga nilai asuransi anda sebelumnya perlu direview kembali. Anda perlu memikirkan untuk membeli polis baru dengan maksud meningkatkan nilai pertanggungan anda. Jadi kenaikan tadi sebagian bisa dialokasikan untuk membayar premi untuk polis yang baru tersebut.


Selamat berhitung dan selamat meningkatkan asset anda.