Tuesday, June 24, 2008

Melunasi Kredit

Tanya :
Saat ini kami sedang bingung dengan masalah yang kami hadapi. Ada dua kredit yang sedang kami ambil, yaitu dari kartu kredit dan kredit kepemilikan mobil. Cicilan per bulannya cukup besar dan kemampuan kami untuk pembayaran kedua kredit tersebut sangat terbatas. Kami ingin terbebas dari pembayaran angsuran tersebut.Kami ingin saran untuk mengatasi masalah kami itu.
Fredy S, Waru

Jawab :
Pak Fredy yang terhormat, banyak orang memiliki kondisi yang mirip dengan yang anda hadapi saat ini. Ini adalah pelajaran sangat berharga bagi kita dalam mengatur pengeluaran. Untuk itu mari kita lakukan langkah – langkah berikut ini.

Yang pertama adalah menghitung berapa besar defisit yang terjadi akibat pembayaran kedua kredit tersebut. Berapa kewajiban angsuran untuk masing-masing kredit. Dari sini kita dapat melihat bahwa total angsuran kredit dibandingkan dengan pendapatan adalah sekian persen. Para perencana keuangan memberi patokan angka maksimal 30% dari pendapatan bisa dialokasikan untuk pembayaran kredit. Tetapi angka tersebut sangat tergantung pada kondisi anda saat ini. Bisa saja angka 10% adalah angka yang cukup ideal untuk anda saat ini.

Yang kedua, mana yang kredit yang paling “murah” untuk dilunasi. Manakah dari kedua kredit itu yang tidak memerlukan proses berbelit-belit untuk pelunasannya, tidak adanya penalti saat pelunasan, memiliki tingkat bunga yang tinggi. Jika pelunasan kartu kredit memiliki semua kriteria tadi, maka anda dapat mempersiapkan pelunasan semua tunggakan kartu kredit tadi.

Selanjutnya, yang ketiga, apakah dengan melunasi semua tunggakan kartu kredit tadi, masalah anda sudah selesai. Jika belum, maka anda dapat memikirkan untuk menjual mobil yang anda miliki tadi. Dengan demikian anda memiliki uang tunai di tangan, dan anda dapat mulai memikirkan untuk mengganti mobil yang dijual tadi dengan mobil lain yang lebih murah.

Keterbatasan dana untuk pelunasan akan sangat menentukan dalam menentukan ketiga langkah di atas. Anda yang paling tahu kondisi anda saat ini. Setelah masalah anda selesai, maka proses selanjutnya adalah mengevaluasi langkah-langkah anda dalam membelanjakan pendapatan anda. Apakah cukup bijak berbelanja dengan kartu kredit dibandingkan dengan kemampuan membayar anda. Apakah anda tipe orang yang cenderung untuk “tergoda” untuk memakai kartu kredit. Jika ya, anda perlu memikirkan untuk tidak memiliki kartu kredit saat ini.

Untuk pembelian mobil dengan kredit, pastilah anda memikirkan lebih dalam, karena kewajiban pembayaran angsuran yang cukup besar dan dalam jangka waktu yang panjang. Langkah selanjutnya adalah mengevaluasi pola pengeluaran anda lainnya, apakah ada pos-pos pengeluaran tertentu yang bisa dihapuskan. Banyak orang melakukan pembelanjaan secara spontan, tanpa memikirkan efek yang terjadi pada total pengeluarannya. Dengan “pelacakan pengeluaran” anda dapat melihat dengan jelas, mana saja pengeluaran yang sebenarnya tidak perlu terjadi dan mana yang sebenarnya bisa tidak dilakukan. Pengeluaran tersebut dapat anda keluarkan dari daftar pengeluaran anda pada periode berikutnya.

Selamat berjuang.

Tuesday, June 10, 2008

Merancang Pensiun Sejahtera

Tanya :
Sebagai seorang pegawai negeri sipil, selain saya mendapatkan gaji, juga ada fasilitas kesehatan, serta uang pensiun saat saya mulai memasuki usia pensiun nanti. Beberapa waktu yang lalu saya ngobrol dengan teman yang sudah memasuki masa pensiun, dan ternyata uang pensiun yang didapatkan hanya cukup untuk hidup secara sederhana saja. Yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana menyiasati kehidupan di masa pensiun nanti, saya tidak membayangkan bagaimana sulitnya hidup dengan uang pensiun yang saya dapatkan nanti. Mohon saran untuk ini.
Anton Wahyudi, Surabaya

Jawab :
Pak Anton, anda tampaknya cukup berpikir panjang tentang kehidupan di masa pensiun nanti. Berdasarkan penelitian di beberapa negara, uang pensiun yang disediakan oleh negara atau yang diselenggarakan oleh tempat kita bekerja tidak cukup untuk mengcover biaya kehidupan kita di masa pensiun. Untuk itu kita perlu menghitung berapa besar uang pensiun yang kita butuhkan sesuai dengan pola kehidupan di masa pensiun yang kita bayangkan.

Untuk menghitung berapa besar uang pensiun yang diperlukan, ada dua pendekatan yang bisa dilakukan. Pendekatan pertama, dari pendapatan yang kita peroleh saat ini. Artinya kita memproyeksikan besar pendapatan sebelum kita memasuki pensiun nanti, dengan memperhitungkan kenaikan gaji setiap tahun, serta tingkat pendapatan investasi yang ada. Setelah itu kalikan dengan faktor tertentu, misalnya 70% atau 80%. Faktor yang lebih kecil daripada 100% ini dipakai dengan asumsi bahwa kehidupan di masa pensiun membutuhkan lebih sedikit “dana” untuk kehidupan sehari-hari.

Pendekatan kedua adalah dengan melihat pengeluaran yang kita lakukan saat ini. Kemudian diproyeksikan ke awal masa pensiun kita. Seperti pendekatan pertama, dengan menggunakan tingkat inflasi dan tingkat investasi yang ada maka kita akan memperoleh proyeksi pengeluaran kita saat awal masa pensiun.

Dari kedua pendekatan di atas, maka kita akan tahu berapa besar kebutuhan saat menikmati masa pensiun kita. Lalu kurangi dengan uang pensiun yang akan kita peroleh. Apakah kebutuhan pensiun kita lebih besar daripada uang pensiun yang akan kita dapatkan? Jika ya, maka kita selisih yang ada tersebut adalah besar dana yang harus kita persiapkan secara mandiri mulai saat ini.

Bagaimana mempersiapkan pensiun secara mandiri, merupakan persoalan yang harus kita pikirkan dan lakukan mulai saat ini. Beberapa orang lebih suka mempersiapkan uang pensiunnya dengan membeli properti seperti rumah, ruko, apartemen, dan lain sebagainya. Sebagian lainnya berinvestasi di saham, obligasi, reksadana dan instrumen investasi lainnya.

Selain itu ada juga yang ikut dana pensiun secara mandiri, mereka mengiur sebagian dari pendapatan yang diterima pada dana pensiun lembaga keuangan yang ada. Dengan demikian mereka memperoleh fasilitas berupa penundaan pengenaan pajak dari iuran dana pensiun tadi.

Masa pensiun adalah masa untuk menikmati hasil kerja selama bertahun-tahun. Dengan mempersiapkannya mulai saat ini, maka kita sedang mempersiapkan masa pensiun yang sejahtera.

Sunday, May 25, 2008

Menghitung kekayaan pribadi

Tanya :
Menarik sekali membaca tulisan tentang kelola keuangan keluarga di harian ini. Saya ingin memulai untuk melihat berapa besar kekayaan yang saya miliki. Bagaimana cara melakukannya?
Dodi Supriadi, Surabaya

Jawab :
Terima kasih kepada anda yang sudah membaca tulisan kami. Diharapkan tulisan-tulisan kami ini memberikan nilai tambah bagi pengelolaan keuangan keluarga anda.

Melihat pertanyaan anda, tampakya keinginan untuk merapikan keuangan keluarga menjadi prioritas anda.

Pertama yang harus anda lakukan adalah membuat neraca keuangan keluarga. Neraca ini terdiri dari asset yang anda miliki saat ini dan total utang pada saat neraca ini dibuat. Kita harus menentukan satu titik kapan perhitungan untuk pembuatan neraca ini dilakukan, misalnya 31 Januari 2007 atau 31 Desember 2006.

Untuk menghitung berapa besar asset yang anda miliki saat ini, anda harus memerinci apa saja asset yang anda miliki. Asset bisa dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu asset finansial, asset pribadi dan asset investasi.

Asset finansial adalah tabungan dan uang kas yang ada pada saat perhitungan dilakukan. Misalnya anda memilih tanggal perhitungan yaitu tanggal 31 Januari 2007, maka hitunglah berapa besar tabungan dan uang kas yang anda pegang saat itu.

Sedangkan asset pribadi bisa berupa rumah, mobil atau tanah yang anda miliki. Untuk menghitung berapa besar nilai asset tersebut gunakan harga pasar.

Jenis asset yang ketiga adalah asset investasi. Hitunglah berapa besar nilai pasar untuk deposito, saham, obligasi, atau reksadana yang anda miliki. Nilai pasar tersebut bisa anda lihat di koran atau informasi pada website lembaga-lembaga keuangan.

Setelah melihat total asset yang anda miliki saat ini, marilah kita melihat berapa besar utang yang menjadi beban anda pada saat perhitungan. Hutang ini bisa anda bedakan menjadi utang jangka pendek dan utang jangka panjang.

Utang jangka pendek bisa berupa hutang pada kartu kredit atau pinjaman pada teman anda.

Sedangkan utang jangka panjang bisa berupa kredit kepemilikan rumah atau kredit kepemilikan mobil. Nilai utang yang ada, bisa anda lihat dari berapa besar utang pokok untuk masing-masing kredit tersebut.

Nilai kekayaan bersih anda adalah total asset dikurangi dengan total utang yang anda miliki saat perhitungan. Misalnya total asset yang anda dimiliki sebesar Rp. 200 juta, sedangkan total utang saat tanggal perhitungan adalah Rp. 150 juta, maka kekayaan bersih anda sebesar Rp. 50 juta.

Dari waktu ke waktu, nilai kekayaan bersih ini harus meningkat. Jika tidak ada peningkatan, maka anda harus mengevaluasi apa penyebab menurunnya kekayaan bersih anda.

Selamat datang di dunia perencanaan keuangan.