Tuesday, April 15, 2008

Mempersiapkan Biaya Pendidikan

Tanya :
Pengasuh rubrik yang terhormat, setelah kami mendapatkan seorang anak beberapa bulan yang lalu, saya jadi terpikir untuk mempersiapkannya pendidikannya dengan baik. Tetapi saya bingung bagaimana caranya agar aspek-aspek yang tidak pernah terpikir dalam mempersiapkan pendidikan anak saya bisa kami lakukan dan pertimbangkan. Mohon saran untuk ini.
Arifin, Sepanjang


Jawab :
Bapak Arifin, selamat kepada anda yang telah memperoleh anak dan anda telah tergerak untuk mempersiapkan pendidikannya kelak. Banyak orang tidak berpikir cukup maju seperti anda, mereka kalau ditanya tentang pendidikan anaknya yang masih bayi, malah menjawab : nanti saja, toh anaknya belum bisa memilih sekolahnya. Memang benar anak tersebut belum bisa memilih, tetapi biaya pendidikannya haruslah dipersiapkan mulai sekarang. Tips dibawah ini semoga membantu anda untuk memikirkan beberapa aspek yang mungkin tidak terpikir.

Pertama, kemana dan sampai tingkat apa anak kita akan bersekolah. Ini penting sekali dipikirkan, karena perbedaan tempat atau jenis sekolah tempat anak kita nantinya belajar akan sangat berpengaruh terhadap besarnya biaya pendidikan. Ada orangtua yang ingin anaknya bersekolah sampai tingkat S1 atau S2, sementara orangtua lainnya ingin anaknya menempuh pendidikan di luar negeri saat memasuki tingkat perguruan tinggi. Perbedaan keinginan orangtua ini akan menyebabkan tingkat biaya yang ingin dicapai berbeda.

Kedua, berapa lama dan berapa besar kita harus menyisihkan pendapatan kita setiap bulannya. Setelah kita mengetahui berapa besar dana yang dibutuhkan untuk pendidikan anak kita, kemudian kita hitung berapa besar dana yang harus disisihkan dari pendapatan bulanan kita agar target besar dana tadi tercapai. Dalam menghitung dana yang harus disisihkan tadi, kita harus mempertimbangkan juga potensi kenaikan gaji di masa depan, adanya bonus atau THR yang sebagian bisa disisihkan untuk keperluan ini.

Ketiga, “kendaraan” apa yang akan kita pakai untuk mengantarkan kita pada target besarnya dana pendidikan tadi. Saat ini banyak sekali produk finansial yang bisa dipakai untuk membantu kita mempersiapkan pendidikan anak kita. Ada produk asuransi pendidikan yang menggabungkan antara proteksi asuransi dan biaya pendidikan. Ada pula produk perbankan yang dikhususkan untuk persiapan biaya pendidikan ini, biasanya produk perbankan ini juga sudah dicover oleh asuransi. Atau kita dapat pula mempersiapkannya dengan membeli produk investasi dan produk proteksi, misalnya kita membeli produk reksadana sebagai tempat untuk “melipatgandakan” nilai tabungan kita dan kita juga membeli produk proteksi pada perusahaan asuransi jiwa. Semua pilihan, sah-sah saja buat anda, tergantung kemampuan maupun keinginan anda.

Keempat, tertiblah dalam mempersiapkan biaya pendidikan ini. Banyak orang yang bagus dalam perencanaannya, tetapi tidak dalam pelaksanaannya. Rencana sudah mereka buat, tetapi mereka mengingkari apa yang telah mereka rencanakan. Tertib dalam mengimplementasikan apa yang kita rencanakan adalah kunci bagi kita untuk mencapai target yang sudah kita canangkan.

Selamat mempersiapkan diri.

Sunday, April 6, 2008

Menabunglah sekarang juga !!

Tanya :
Saya seorang buruh di suatu pabrik di daerah Rungkut. Penghasilan yang selama ini saya terima hampir 1,5 kali UMR. Bagaimana mungkin saya bisa menabung dengan penghasilan seperti itu?
Warno, Sidoarjo

Jawab :
Selamat anda sudah cukup sadar tentang arti menabung. Tentang bagaimana cara menabung, mari kita ikuti langkah berikut ini.

Yang pertama kita lakukan adalah melakukan pelacakan terhadap pengeluaran kita, istilah asingnya money tracking. Sediakan notes kecil untuk mencatat setiap pengeluaran yang kita lakukan pada hari bersangkutan. Catatlah untuk apa pengeluaran tersebut, pada tanggal berapa dan berapa besar.

Kemudian kumpulkan catatan harian tadi, sehingga menjadi catatan dalam bulan bersangkutan. Dari catatan tersebut, kita akan kaget melihat macam pengeluaran yang kita lakukan. Pilih pengeluaran-pengeluaran yang kita pandang tidak perlu dilakukan. Misalnya menyewa VCD seminggu sekali, kita dapat menggantinya dengan hanya menonton TV dari puluhan saluran yang ada. Atau membeli minuman di sekitar pabrik, padahal di pabrik sudah disediakan air minum yang cukup memadai.

Jumlahkan pengeluaran-pengeluaran tadi. Misalnya dalam satu bulan tercatat sebesar Rp. 100.000, ini artinya kita dapat menabung Rp. 100.000 setiap bulannya.

Yang kedua, sebelum penghasilan kita pakai, sisihkan uang Rp. 100.000 tadi dan masukkan ke dalam tabungan. Kalau perlu pilihlah tabungan yang tidak ber-ATM, dan pada bank yang hanya mempunyai cabang sedikit saja. Supaya kita susah untuk mengambil atau segan untuk mengambil dana yang ada di tabungan tadi.

Yang ketiga, rencanakan sesuatu untuk membeli sesuatu dari dana tabungan tadi, misalnya membeli sebuah kulkas.

Mungkin pada awalnya tidak terbayang bagaimana dengan uang yang kita sisihkan setiap bulan sebesar Rp. 100.000 kita bisa pakai untuk membeli sebuah kulkas seharga Rp. 2 juta.

Setelah dihitung dengan menggunakan bunga sebesar 10%, maka hanya dalam waktu 19 bulan kita dapat membeli kulkas yang kita idamkan. Dan masih ada sisa sebesar Rp. 66 ribu yang dapat kita terus simpan di tabungan.

Tentunya sulit untuk mendapatkan bunga sebesar 10%, jika kita menyimpan di bank saat ini. Ada instrumen investasi yaitu reksadana yang masih memberikan tingkat bunga sekitar 10%.

Selamat menabung.

Tuesday, April 1, 2008

Fasilitas Mobil

Tanya :
Beberapa waktu yang lalu saya mendapat promosi di pekerjaan yang saya jalani saat ini. Selain kenaikan gaji khusus, saya juga memperoleh fasilitas mobil dari kantor. Fasilitas yang diberikan berupa sejumlah dana untuk membeli mobil. Saya ingin mendapatkan saran, bagaimana pembelian mobil ini, agar tidak sampai menganggu keuangan kami. Bahkan kami harapkan kami memperoleh surplus dari fasilitas ini.
Suwandi, Waru

Jawab :
Selamat atas promosi yang baru saja anda terima. Dan selamat juga atas fasilitas yang diidam-idamkan banyak orang tersebut. Yang perlu diperhatikan adalah apakah fasilitas yang diberikan ini hanya fasilitas pembelian mobil saja, atau termasuk juga biaya perawatan dan operasional sehari-hari. Jika fasilitas yang diberikan adalah hanya fasilitas pembelian mobil saja, maka perhatikan hal-hal berikut ini.

Pertama, berapa besar plafon yang disediakan. Dan lihat juga jenis mobil apa yang anda inginkan. Apakah mobil jenis sedan, ataukah mobil keluarga (atau sering disebut sebagai MPV alias Multi Purpose Vehicle). Lalu apakah plafon yang disediakan cukup untuk membeli mobil baru ataukah hanya cukup untuk membeli mobil bekas.

Kedua, biaya operasional dan perawatan. Jika anda membeli mobil baru, maka tidak banyak biaya perawatan yang dikeluarkan. Karena mesin yang digunakan masih baru, maka tidak banyak biaya perawatan untuk mesin yang dikeluarkan. Sedangkan biaya operasional untuk mobil baru relatif lebih murah, karena konsumsi BBM untuk mobil baru dapat dikatakan lebih irit dibandingkan dengan mobil bekas.

Tetapi mobil baru memerlukan biaya yang lebih besar untuk biaya pajak (STNK) dan biaya asuransi. Karena biaya yang dikeluarkan tersebut berbanding lurus dengan harga mobilnya.

Perlu diperhatikan juga adalah apakah sebelumnya anda telah mempunyai mobil. Jika belum, maka akan ada biaya tambahan yang harus dialokasikan untuk ini. Selain biaya-biaya di atas, maka anda harus memikirkan biaya parkir yang saat ini sudah cukup tinggi jika kita memarkir mobil kita di gedung perkantoran maupun mal-mal. Juga ada biaya-biaya lain yang meningkat, karena setelah memiliki mobil kita cenderung sering pergi sekeluarga ke tempat-tempat tertentu, misalnya ke tempat – tempat wisata, mal-mal, mengunjungi saudara di luar kota, dan lain sebagainya.

Jika fasilitas yang diberikan tidak hanya biaya pembelian mobil, tetapi juga biaya perawatan dan biaya operasional sehari-hari, maka tidak banyak pengaruhnya pada kondisi keuangan keluarga anda saat ini. Atau bahkan malah meningkatkan surplus keuangan keluarga anda.

Selamat berhitung.