Sunday, January 27, 2008

Mengajari Anak Menabung

Tanya :
Pengasuh rubrik yang terhormat, kami adalah orangtua dari seorang anak yang telah duduk di kelas 2 Sekolah Dasar. Sebelum kami menikah, kami mempunyai kesepakatan untuk mempunyai target tertentu dalam menabung dari pendapatan yang didapat setiap bulannya. Tabungan yang terkumpul saat ini cukup lumayan. Kami mencoba untuk mengajarkan pentingnya menabung kepada anak kami agar kelak dia akan terbiasa dengan pola menabung. Tetapi kami masih bingung, bagaimana memulainya. Apakah ada saran?
Budi & Wati, Kalidami, Surabaya

Jawab :
Terima kasih kepada anda berdua yang telah membaca rubrik kami. Diharapkan para pembaca akan memperoleh manfaat dalam pengelolaan keuangan keluarga kita.

Membaca keterangan di atas, anda berdua tampaknya ingin menularkan kebiasaan yang baik yang sudah anda berdua lakukan kepada anak anda. Ada beberapa langkah yang bisa membantu anda untuk proses ini.

Pertama, pasti anda memberi uang saku kepada anak setiap harinya untuk keperluan jajan atau untuk keperluan lainnya. Belikan semacam ‘celengan’ agar anak dapat menyisihkan uang jajannya setiap hari. Dan pastikan jumlah yang tersimpan di sana tidak lebih dari nominal tertentu, misalnya Rp. 25.000 atau Rp. 50.000. Jika lebih, maka anda sarankan untuk ditabung di bank.

Kedua, ajaklah anak untuk membuka rekening di bank. Bank-bank tertentu mempunyai produk tabungan yang dikhususkan untuk anak-anak. Biasanya produk tabungan khusus ini memiliki minimal setoran pertama yang rendah dan biaya administrasi yang kecil atau malah tidak ada. Ajaklah anak saat menyetor atau mengambil dana di tabungan, sehingga anak secara langsung melihat proses transaksi di bank.

Ketiga, bicarakan barang apa yang ingin dibeli dengan uang yang ditabungnya. Misalnya anak ingin membeli sebuah mainan yang berharga Rp. 100.000. Sedangkan si anak dapat menabung Rp. 20.000 setiap bulannya, sehingga dalam waktu lima bulan kemudian si anak dapat memperoleh mainan yang diinginkannya. Jika mainan yang diinginkannya sudah mengalami kenaikan harga, anda dapat membantunya untuk menutupi kekurangannya.

Dengan mengajari anak menabung sedini mungkin, maka anak terbiasa dengan pola menabung ini. Di usia dewasa nantinya, anak akan sangat terbantu dalam mengelola keuangannya.

Selamat menabung.

Wednesday, January 23, 2008

Membeli asuransi melalui beberapa saluran distribusi penjualan

Banyak orang hanya mengenal produk asuransi yang dijual oleh para agen penjual atau sering disebut sebagai agen asuransi. Di Indonesia, distribusi penjualaan produk asuransi saat ini masih didominasi oleh para agen asuransi. Lalu selain agen, pihak mana saja yang menjual produk ini?

Bank
Produk asuransi yang dijual oleh bank sering disebut sebagai bancassurance. Ada beberapa bentuk kerjasama yang dilakukan pihak asuransi dan bank. Ada bentuk kerjasama dimana bank menyediakan tempat khusus untuk para penjual asuransi dari perusahaan tertentu. Setiap nasabah yang membeli produk asuransi pada counter khusus ini akan langsung dilakukan pendebetan pada rekening nasabah tersebut pada bank bersangkutan.

Ada juga yang mem-paket-kan produk bank dengan asuransi, contohnya adalah produk tabungan untuk pendidikan. Disini nasabah berkomitmen untuk menabung sejumlah uang tertentu selama waktu yang ditentukan. Dana ini dikhususkan untuk pendidikan anak-anak mereka. Saat orang tua sebagai penabung mengalami musibah, maka pihak bank dengan dukungan perusahaan asuransi akan “menabungkan” sejumlah uang tertentu tadi sampai batas waktu yang direncanakan.

Ada bentuk lain kerjasama yang dilakukan, misalnya setiap membuka tabungan baru atau deposito, maka para nasabah akan mendapatkan perlindungan asuransi dengan uang pertanggungan tertentu. Biasanya fasilitas ini dapat dinikmati secara gratis atau dengan premi yang minimal.

Kartu kredit
Istilah pada perusahaan asuransi, penjualan melalui kartu kredit ini disebut sebagai direct mailing. Artinya perusahaan asuransi menyebarkan brosur atau leaflet tentang produk yang dijualnya. Formulir pendaftaran pada umumnya disatukan dengan brosur tersebut. Sedangkan pembayaran premi akan langsung dibebankan ke kartu kredit kita.

Produk yang dijual melalui kredit kita ini biasanya produk yang sederhana dan tidak njlimet seperti yang dijual oleh para agen asuransi. Demikian pula proses seleksi atau proses underwritingnya jauh lebih sederhana.

Ada jenis produk asuransi lain yang dijual oleh kartu kredit yaitu berupa perlindungan akan terjaminnya pembayaran tagihan kartu kredit, jika kita terkena musibah. Premi yang dikenakan akan ditentukan berdasarkan besar tagihan kartu kredit kita. Biasanya premi asuransi dibayar bulanan sesuai dengan informasi tagihan kartu kredit yang secara reguler dikirimkan ke alamat kita.

Kantor Pos
Saat ini kantor pos memiliki inovasi yang cukup baik untuk menjadi saluran distribusi bagi beberapa produk yang salah satunya adalah asuransi. Karena jaringan kantor pos yang tersebar di seluruh Indonesia dan sampai pelosok-pelosok, maka kantor pos “diincar” untuk diajak kerjasama oleh beberapa perusahaan asuransi.

Sama halnya dengan penjualan melalui kartu kredit, produk yang dijual melalui kantor pos adalah produk asuransi yang sederhana.

Wajib di beberapa pengurusan surat-surat
Ada beberapa pengurusan surat-surat yang mengharuskan kita untuk membeli asuransi. Diantaranya pengurusan SIM. Pada saat pengurusan SIM baru atau perpanjangan SIM lama, maka diberi kesempatan untuk membayar premi asuransi kecelakaan yang diwajibkan.

Jadi ada beberapa saluran distribusi penjualan produk asuransi. Beberapa saluran distribusi selain agen asuransi, mendistribusikan produk asuransi yang sederhana.

Di bawah ini adalah perbedaan beberapa saluran distribusi penjualan produk asuransi.

Jenis Produk :
- Agen : Lengkap
- Bank : Sederhana sampai cukup lengkap
- Kartu kredit : Sederhana
- Kantor Pos : Sederhana

Informasi Produk :
- Agen : Proposal, Brosur, Iklan di media massa
- Bank : Proposal di counter khusus, brosur
- Kartu kredit : Brosur
- Kantor Pos : Brosur

Pembayaran Premi :
- Agen : Premi pertama melalui agen, selanjutnya melalui transfer / kartu kredit / debet rekening / ATM
- Bank : Pendebetan rekening
- Kartu kredit : ditagihkan melalui kartu kredit
- Kantor pos : setor ke kantor pos

Selamat memilih.

Thursday, January 17, 2008

Menabung perlu komitmen

Tanya :
Sebagai pegawai negeri, saya memiliki penghasilan yang hanya cukup memenuhi kebutuhan hidup sehari – hari. Tetapi kebutuhan biaya untuk pendidikan anak-anak yang membuat saya harus berpikir ulang tentang besarnya dana yang harus ditabung dan kapan saya mulai menabung. Apakah ada saran untuk ini?
Agus Tri, Sidoarjo

Jawab :
Selamat kepada anda yang telah sadar akan pentingnya arti menabung. Hanya anda perlu melihat beberapa hal berikut ini.

Yang pertama, tulislah tujuan anda dalam menabung. Ini sangat penting karena dengan mengetahui tujuan, maka ada gambaran yang konkrit tentang penggunaan tabungan tadi dan kapan waktu penggunaannya. Misalnya kita akan membayar uang pangkal saat kita mendaftarkan anak kita ke sekolah dasar 5 tahun lagi.

Yang kedua, pastikan kita punya komitmen dalam menabung. Dengan adanya komitmen, maka kita akan dengan sukarela mengurangi pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu. Dan dengan mulai menabung sekarang juga, maka kita mendapatkan hasil yang jauh lebih besar. Misalnya kita punya komitmen untuk menabung Rp. 100.000 per bulan. Dengan menundanya selama 6 bulan, maka kita harus menambah 8 bulan masa menabung agar mencapai hasil yang sama.

Yang ketiga, tentukan berapa besar dana yang sebenarnya bisa ditabung. Untuk itu kita harus melakukan pencatatan sedetil mungkin pada bulan bersangkutan, dan kemudian coret pengeluaran yang tidak perlu. Dan bulan berikutnya kita sudah tahu berapa besar sebenarnya dana yang bisa ditabung.

Yang keempat, menabunglah setelah penghasilan diterima. Artinya menabunglah pada awal bulan, jangan di akhir bulan. Jika kita menabung di akhir bulan, maka tidak banyak dana yang bisa ditabung, karena sebagian besar sudah habis untuk keperluan hidup sehari-hari.

Yang kelima, pastikan minimal penghasilan yang ditabung sebesar 10%. Jika anda berpenghasilan Rp. 1 juta per bulan, pastikan bahwa Rp. 100 ribu adalah minimal yang harus anda tabung. Ini adalah jumlah minimal, disarankan untuk menabung lebih dari jumlah minimal ini.

Yang keenam, carilah tempat menabung atau tempat berinvestasi yang sesuai dengan karakter anda. Ada orang yang senang menabung atau berinvestasi di deposito, atau ada yang senang di reksadana atau saham. Atau bahkan ada yang berinvestasi di sektor properti, apakah itu rumah, ruko atau tanah.

Dengan menabung dalam jumlah kecil saat ini, maka anda sedang membangun asset yang besar di masa depan.

Selamat menabung.