Monday, April 25, 2011

Perlukah punya kartu kredit?

Tanya :
Saya seorang karyawan yang baru setahun bekerja. Saya ingin tahu lebih banyak tentang kegunaan kartu kredit. Dan apakah saya sudah perlu untuk memilikinya?
Yudhi, Surabaya

Jawab :
Sebelum menjawab pertanyaan di atas, terlebih dulu kita harus menyadari bagaimana cara kita membelanjakan uang kita selama ini. Dengan mengenali perilaku kita dalam berbelanja, kita akan mengetahui apakah kita memerlukan kartu kredit atau tidak. Tanpa pertimbangan yang matang, kita akan terjebak pada kewajiban untuk membayar utang dari bulan ke bulan.

Banyak orang yang terjebak dengan mengatakan kartu kredit adalah alat pembayaran atau alat untuk bertransaksi. Pernyataan itu benar, tetapi tidak mengungkapkan seluruh kebenarannya. Sebab, sesuai namanya, kartu kredit adalah alat untuk mendapatkan kredit. Orang yang memiliki kartu kredit mempunyai hak untuk mendapatkan kredit dari bank yang menerbitkan kartu kredit sampai dengan jumlah yang sudah ditentukan. Tetapi sekali lagi ada yang menganggap kartu kredit adalah semata-mata alat pembayaran. Seorang teman punya kebiasaan buruk. Pada akhir tahun dia menggunakan kartu kreditnya untuk berbelanja tanpa terkendali. Akibatnya, pada bulan-bulan selanjutnya sebagian besar dari gajinya harus disalurkan untuk membayar cicilan kredit berikut bunganya.

Maka pertanyaannya adalah, berapa besar kemampuan kita membayar cicilan kredit berikut bunganya untuk setiap bulannya? Pada prinsipnya berbelanja menggunakan kartu kredit harus mempertimbangkan kemampuan keuangan kita.

Mari kita lihat karakteristik kartu kredit ini. Kartu kredit pada umumnya diterbitkan oleh bank atau institusi keuangan lainnya. Beberapa pasar swalayan dan department store menerbitkan kartu kredit sendiri dengan bantuan bank atau institusi keuangan. Kartu kredit biasanya menagih iuran tahunan yang besarnya berlainan sesuai dengan penerbitnya. Akhir-akhir ini banyak penerbit kartu kredit menawarkan bebas iuran tahun pertama, tetapi untuk tahun berikutnya akan ditagih sesuai dengan ketentuan yang ada.

Ada ketentuan lain yang perlu diperhatikan, yakni besarnya tingkat bunga. Orang sering tergiur melihat kecilnya pembayaran minimal yang diminta. Tetapi orang lupa, bahwa diluar pembayaran minimal itu adalah kredit kita sebagai konsumen. Dan tentu saja kredit itu dibebani bunga, yang besarnya bervariasi antara 1,5% sampai 4% per bulan, atau 18% sampai 48% per tahun.

Yang harus diperhatikan juga adalah cara pembayaran tagihan. Pada umumnya penerbit kartu kredit menyediakan beberapa cara untuk pembayaran sepertitransfer bank, transfer melalui ATM atau langsung ke loket pembayaran kartu kredit. Setiap pembayaran kartu kredit, umumnya ada biaya administrasi yang harus dibayar. Selain itu ada biaya materai yang dikenakan untuk pembayaran jumlah tertentu.

Dengan mengenal karakteristik di atas, kita tahu bahwa tidak murah untuk memiliki kartu kredit. Sekali lagi, kita perlu bertanya kepada diri sendiri, apakah pola belanja kita, termasuk kemampuan keuangan kita, memerlukan transaksi dengan kartu kredit ini? Andalah yang bisa menjawab.

Selamat berbelanja dengan bijak.

Thursday, April 14, 2011

Apa itu asuransi jiwa?

Tanya :
Sudah banyak tulisan tentang asuransi jiwa, tetapi saya belum “sreg” dengan penjelasan yang ada. Apakah ada penjelasan yang pas?
Setiawan, Waru

Jawab :
Anda tampaknya cukup rajin untuk menimba ilmu dari berbagai sumber informasi, apakah dari buku maupun dari media massa. Ada satu buku baru yang berhubungan dengan asuransi jiwa yang bisa anda baca (tidak hendak mempromosikan buku ini) berjudul Smart Investment and Insurance Protection for Ordinary Family karangan Roy Sembel dan kawan-kawan. Buku ini bisa diperoleh di toko – toko buku terdekat.

Marilah kita kupas asuransi jiwa ini satu persatu. Pada dasarnya istilah asuransi jiwa berasal dari istilah dalam bahasa Inggris yaitu Life Insurance. Ditilik dari istilah bahasa Inggrisnya yang berhubungan dengan kata Life, maka konsep dari asuransi jiwa berhubungan dengan hidup dari orang-orang yang ditinggalkan oleh sang pencari nafkah. Jadi fokus dari asuransi jiwa adalah kehidupan dari orang – orang yang kita cintai, apakah itu istri atau anak-anak kita. Atau ada pihak lain yang memiliki ketergantungan finansial kepada kita, apakah itu orangtua atau yayasan yatim piatu yang kita santuni.

Sebagai seorang kepala keluarga yang peduli atau “care” dengan keluarganya, pastilah dia akan mengasuransikan dirinya, agar saat dia tidak ada maka keluarganya akan tetap hidup sejahtera dengan tingkat kehidupan yang sama dengan tingkat kehidupan saat kita masih hidup. Dengan adanya perlindungan asuransi ini, maka kita akan tenang bekerja meskipun risiko kehidupan semakin meningkat.

Kemudian, berapa besar Uang Pertanggungan yang dibutuhkan? Marilah kita lihat ilustrasi berikut ini. Misalnya untuk keperluan bulanan keluarga kita dibutuhkan dana sebesar Rp. 2 juta. Dengan tingkat bunga di pasaran yang sekitar ½ % per bulan, maka dibutuhkan Uang Pertanggungan sebesar Rp. 400 juta. Uang sebesar itu akan menghasilkan bunga sebesar Rp. 2 juta per bulan untuk keperluan bulanan keluarga. Dana pokok sebesar Rp. 400 juta tetap utuh untuk keperluan yang besar di kemudian hari.

Besarnya Uang Pertanggungan ini akan berubah sesuai dengan tingkat kehidupan keluarga kita dan juga berubah akibat perubahan tingkat bunga di pasaran. Misalnya keperluan bulanan kita naik menjadi Rp. 2,5 juta, maka Uang Pertanggungan yang dibutuhkan akan naik sesuai dengan kenaikan biaya bulanan kita tersebut.

Selamat berasuransi.

Tuesday, April 12, 2011

Menabung dari keterbatasan

Tanya :
Kami baru saja memasukkan anak ke sekolah kami di sebuah Taman Kanak-Kanak di dekat rumah kami. Sebelumnya kami tidak membayangkan bahwa biaya yang harus kami keluarkan untuk sekolah anak kami begitu besar. Selain harus membayar uang pangkal, kami juga harus membayar uang seragam dan perlengkapannya lainnya yang tidak kami duga sebelumnya. Kami bertekad bahwa kami harus mempunyai tabungan untuk kelanjutan sekolah anak kami. Tetapi penghasilan kami pas-pasan untuk hidup sehari-hari, bagaimana mungkin kami menyisihkan sebagian pendapatan kami untuk ditabung?
Ade K, Ketintang, Surabaya

Jawab :
Memang pendidikan untuk anak-anak kita haruslah menjadi prioritas kita. Pendidikan yang baik memerlukan biaya yang tidak sedikit, seperti ada pepatah “Jer basuki mawa bea”. Harapan untuk hidup sejahtera di masa depan memerlukan pengorbanan, apakah berupa waktu, tenaga maupun biaya.

Untuk kasus yang anda paparkan, marilah kita lihat selangkah demi selangkah. Yang pertama harus kita lakukan adalah mengetahui pola pengeluaran kita setiap bulan. Untuk itu kita perlu mencatat pengeluaran yang kita lakukan sedetil mungkin. Dari catatan tersebut akan terlihat pengeluaran-pengeluaran mana saja yang seharusnya tidak perlu kita lakukan. Katakan pendapatan anda sebesar Rp. 1 juta rupiah setiap bulan, sedangkan dari catatan yang kita lakukan pengeluaran yang ada sebesar Rp. 990.000,-. Setelah kita lakukan penelitian, pengeluaran yang tidak seharusnya kita lakukan sebesar Rp. 100.000. Jadi sebenarnya kita bisa menabung sebesar Rp. 110.000,-

Langkah kedua adalah menabung setiap awal bulan sebesar dana yang bisa kita tabung. Dalam kasus di atas sebesar Rp. 110.000. Mengapa harus di awal bulan? Menabung di akhir bulan sama dengan tidak menabung sama sekali. Jika uang masih ada di kantong kita, maka ada banyak “godaan” yang membuat kita dengan “terpaksa” melakukan pengeluaran yang tidak seharusnya kita lakukan. Banyak diskon yang menarik di plasa-plasa, atau cicilan barang-barang tertentu dari teman dekat yang cukup menggoda.

Dengan berdisiplin menabung, maka kita akan terbiasa untuk menyisihkan sebagian pendapatan kita untuk memenuhi kebutuhan di masa depan.

Ada pepatah mengatakan “Persiapkanlah diri anda untuk hidup seribu tahun lagi”. Selamat menabung.

Thursday, October 28, 2010

Mempersiapkan Pensiun

Tanya :

Pengasuh rubrik yang terhormat, saya seorang pegawai perusahaan swasta. Fasilitas yang saya peroleh cukup baik, termasuk adanya program pensiun. Tetapi setelah dihitung besarnya uang pensiun yang saya dapat, rasanya tidak cukup untuk membiayai kehidupan saya dan istri di usia senja. Saya memerlukan informasi yang memadai untuk mempersiapkan masa pensiun kami.

Adi Prasetyo, Sidoarjo

Jawab :

Pak Adi yang baik, anda tampaknya cukup berpikiran jauh. Memang pada umumnya uang pensiun yang disediakan oleh tempat kita bekerja “hanyalah” bantuan untuk membiayai masa pensiun. Kita sendirilah yang harus mempersiapkan biaya saat kita memasuki masa pensiun.

Setiap orang pastilah memiliki angan-angan yang berbeda pada saat memasuki masa pensiunnya. Ada yang berkeinginan untuk tinggal di daerah asalnya, misalnya di sebuah pedesaan yang jauh dari keramaian kota. Ada pula yang ingin jalan-jalan keliling dunia. Ada pula yang ingin hidup di sebuah panti jompo yang terawat baik agar dia tidak perlu pusing-pusing untuk memikirkan operasional rumah tangganya.

Setiap keinginan tersebut pastilah memerlukan biaya yang berbeda. Berapa besar biayanya tergantung dari “model” kehidupan yang kita inginkan. Selain itu ada biaya lain yang meningkat cukup drastis yaitu biaya kesehatan. Saat memasuki masa pensiun, tingkat kesehatan kita pastilah menurun atau minimal berkurang dari masa sebelum pensiun. Mahalnya biaya kesehatan saaat pensiun, selain karena tingkat inflasi biaya kesehatan lebih tinggi daripada tingkat inflasi rata-rata. juga karena risiko sakit saat usia tua meningkat.

Ada banyak jalan agar kehidupan saat pensiun dapat kita lalui dengan sejahtera. Adanya program pensiun dari tempat kita bekerja akan membantu kita untuk mulai merencanakan biaya pensiun. Kemudian kita lihat berapa besar kebutuhan dana yang diperlukan pada masa pensiun yang akan kita jalani. Selisih antara kebutuhan pensiun dan uang pensiun dari program yang diselenggarakan oleh tempat kita bekerja merupakan besar biaya pensiun yang harus kita persiapkan sendiri. Kita dapat membeli produk asuransi tertentu yang memang dapat kita pakai untuk membiayai pensiun, atau dapat juga membeli produk dana pensiun dari DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) yang dikelola oleh Bank atau Asuransi.

Untuk membiayai kesehatan, kita perlu melihat beberapa produk asuransi kesehatan yang memang diperuntukkan bagi pembiayaan kesehatan masa pensiun. Atau jika anda kurang puas dengan terbatasnya produk untuk pensiunan di dalam negeri, anda bisa juga melirik produk pensiun dari negara tetangga.

Ada sedikit catatan, jika perusahaan tempat anda bekerja telah memiliki program pensiun sendiri pastilah perusahaan tersebut sangat memperhatikan karyawannya. Karena saat pensiun, selain karyawan akan memperoleh uang dari program pensiun tersebut, juga mendapatkan uang dari program Jamsostek dan sejumlah uang lumpsum (atau sekaligus) berdasarkan undang-undang ketenagakerjaan. Uang pensiun dari beberapa sumber tersebut dapat anda mengurangi besarnya uang pensiun yang harus kita rencanakan sendiri.

Kepedulian anda untuk memikirkan pensiun mulai saat ini, akan membantu anda untuk kehidupan pensiun yang sejahtera.

Selamat mempersiapkan diri.

Tuesday, September 28, 2010

Menata kembali keuangan pasca Lebaran

Tanya :
Pengasuh rubrik yang terhormat, kondisi keuangan kami pasca Lebaran berubah cukup signifikan. Terutama adanya kenaikan akibat meroketnya harga BBM, juga pengaruh dari masa Lebaran kemarin. Kami ingin merapikan keuangan kembali agar tujuan-tujuan kami selanjutnya tidak terganggu dengan kondisi tersebut.
Eko Prasojo, Sidoarjo

Jawab :
Bapak Eko yang penuh perhitungan, memang masa Lebaran kali ini dipenuhi dengan gejolak ekonomi yang cukup drastis, mulai dari kenaikan harga BBM yang cukup tinggi, sampai kenaikan harga akibat permintaan akan barang yang cukup tinggi selama Lebaran. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk merapikan kembali keuangan di bawah ini.

Pertama, lihat pengeluaran – pengeluaran yang aktual saat ini. Tentunya pengeluaran rutin akan lebih tinggi dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Contohnya adalah kebutuhan akan BBM untuk alat transportasi anda. Dengan asumsi kenaikan harga BBM yang sekitar 100%, maka dengan aktivitas yang sama, diperlukan anggaran dua kali lipat dari bulan-bulan sebelumnya.

Lihatlah pengeluaran belanja harian kita, meskipun kenaikannya tidaklah sebesar harga BBM, tetapi dari total belanja harian yang kita lakukan setiap bulan kenaikannya akan terasa cukup signifikan.

Pengeluaran untuk pembantu. Beberapa keluarga yang memiliki pembantu, akan memberikan kenaikan gaji sesuai Lebaran kali ini. Kenaikan harus kita perhitungkan, karena pasti akan menyedot sebagian dari pendapatan kita.

Kedua, bandingkan pengeluaran sebelum dan sesudah Lebaran, dan kemudian lihat pendapatan kita. Apakah pendapatan kita masih bisa mengatasi dampak dari kenaikan biaya bulanan kita di atas? Jika tidak, maka ada beberapa pos pengeluaran yang perlu dikurangi bahkan dihapus sama sekali. Ini tentunya akan mengurangi “kenikmatan” kita. Tetapi mau nggak mau kita harus lakukan, agar tujuan jangka panjang kita tetap sesuai rencana semula.

Ketiga, susun anggaran keuangan baru pasca Lebaran. Setelah melakukan langkah pertama dan kedua, tentunya kita akan mendapatkan anggaran baru untuk keuangan kita. Kita harus memastikan bahwa anggaran tersebut dapat kita patuhi dan kita lakukan dengan tertib. Jika tidak, maka akan terjadi defisit, bahkan keuangan keluarga akan menjadi “bangkrut” karenanya.

Selamat menyusun anggaran baru & tetap fokus pada tujuan jangka panjang kita.

Sunday, April 18, 2010

Menabung Dengan Tertib

Tanya :

Saya adalah pegawai rendahan dari sebuah instansi swasta di Surabaya. Selama ini hanya sedikit dari bagian pendapatan untuk ditabung. Kami ingin tabungan yang dikumpulkan mencapai jumlah tertentu, sehingga cukup untuk membiayai sekolah anak, memperbaiki rumah, dan membeli sepeda motor baru. Tetapi kami bingung, bagaimana mengalokasikan pendapatan kami agar ada dana yang ditabung meningkat setiap bulannya. Mohon sarannya.

Agus Sugihanto, Sidoarjo


Jawab :

Pak Agus, terima kasih atas pertanyaan yang sudah dilayangkan. Persoalan yang Anda hadapi saat ini juga terjadi pada orang lain, tetapi sedikit yang berhasil untuk lepas dari persoalan tersebut. Untuk itu kami sedikit memberi beberapa saran berikut ini.

Agar bagian pendapatan yang ditabung meningkat ada 2 cara yaitu dengan meningkatkan pendapatan dan pengeluaran tetap seperti semula, atau menerima pendapatan yang ada saat ini dan menekan pengeluaran sampai jumlah tertentu. Sepertinya meningkatkan pendapatan perlu waktu untuk merealisasikannya, untuk itu kita fokus bagaimana dengan menekan pengeluaran sampai jumlah tertentu.


Anda mungkin terbayang bagaimana sulitnya menekan pengeluaran yang ada saat ini. Tetapi mungkin bisa dicoba dengan memperjelas tujuan Anda menabung, seperti menyekolahkan anak, memperbaiki rumah, dan membeli motor yang baru. Dari ketiga tujuan tersebut manakah yang paling mendesak untuk direalisasikan. Jika memperbaiki rumah adalah hal yang harus dilakukan terlebih dahulu, maka hitunglah lebih detil berapa besar dana yang dibutuhkan. Kemudian hitung tabungan Anda saat ini, dan berapa besar yang disisihkan setiap bulannya.


Dengan membayangkan rumah yang nyaman setelah direnovasi, maka Anda akan termotivasi untuk menyisihkan sebanyak mungkin bagian pendapatan yang dialokasikan untuk tabungan. Ajaklah bicara keluarga Anda agar memahami “masa bersakit-sakit” ini, agar motivasi Anda semakin kuat untuk merealisasikan tujuan tersebut.


Dengan bantuan dari tujuan di atas, Anda akan mulai terbiasa dengan menabung dengan jumlah tertentu dan nantinya hal ini akan menjadi kebiasaan baik yang bisa Anda lakukan untuk selanjutnya. Dan kondisi ideal, dimana 10% dari pendapatan dialokasikan untuk tabungan akan dengan mudah tercapai.


Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.


Selamat menabung.

Monday, March 15, 2010

Menghadapi Masa Krisis

Tanya :
Pengasuh rubrik yang terhormat, melihat situasi saat ini dimana dampak kenaikan BBM sudah di depan mata, juga lebaran yang sudah dekat. Kami khawatir akan kenaikan harga yang tidak terkendali, sehingga pendapatan yang kami terima tidak cukup untuk membiayai hidup kami sehari-hari. Terus terang kami sangat khawatir dengan keadaan ini, apalagi beberapa barang kebutuhan pokok harganya sudah merayap naik. Kami ingin mendapatkan saran bagaimana mengatasi hal ini.
Jogi Purnomo, Sidoarjo

Jawab :
Pak Jogi, kekhawatiran bapak juga dirasakan oleh sebagian besar teman-teman kita. Ada beberapa hal yang perlu dilihat untuk menghadapi masa yang cukup berat ini. Mudah-mudahan beberapa saran ini di bawah ini membantu dalam menghadapi persoalan keluarga bapak.

1. Berpikirlah postif
Mengapa kita perlu berpikir positif? Karena setiap kondisi paling buruk sekalipun pasti dapat kita jadikan sebagai langkah awal untuk melakukan perbaikan keuangan keluarga kita. Dalam hal ini kita dapat melihat kembali pendapatan dan pengeluaran kita.

2. Teliti pengeluaran kita
Apakah pengeluaran yang kita lakukan setiap bulannya adalah pengeluaran yang benar – benar kita harus keluarkan. Contohnya : kalau setiap kali kita keluar rumah perlu membeli softdrink, pertanyaannya adalah apakah pengeluaran perlu dan harus kita lakukan? Apakah bisa diganti dengan hal yang lain, misalnya membawa minum dari rumah.

3. Buatlah daftar pengeluaran setiap bulannya
Dengan membuat daftar ini, kita dapat melihat dengan lebih seksama pengeluaran setiap bulannya. Pasti ada pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu dilakukan, dan pastikan pengeluaran tersebut kita coret dari daftar di bulan depannya.

4. Prioritaskan pengeluaran yang paling penting
Pada beberapa kondisi mencoret beberapa pengeluaran tidak membantu banyak. Lalu apa yang harus kita lakukan? Selanjutnya buatlah daftar prioritas terhadap pengeluaran-pengeluaran yang ada. Prioritas yang paling tinggi, bisa kita lakukan segera. Sedangkan prioritas yang paling rendah, dapat kita tunda atau kita coret dari pengeluaran kita.

5. Lakukan dengan tertib
Dengan melakukannya secara tertib, maka keluarga kita akan tetap survive di masa krisis ini.

Berpikir postif dan tetap survive di masa krisis.

Tuesday, March 2, 2010

Pendidikan Anak

Tanya :
Pengasuh rubrik Kelola Keuangan Keluarga, saya adalah kepala keluarga dengan 2 orang yang masih kecil. Anak yang pertama sudah memasuki tingkat sekolah dasar tahun 2004 ini, sedangkan anak yang kecil baru memasuki tingkat TK. Saat memasukkan anak pertama kami ke SD, kami terkejut ternyata biaya sekolah yang harus kami bayarkan cukup tinggi. Itu baru tingkat dasar, belum lagi tingkat yang lebih tinggi, SMP, SMA maupun perguruan tinggi. Kami ingin mempersiapkan biaya pendidikan anak ini sedini mungkin, agar anak kami dapat memperoleh pendidikan yang memadai untuk hidupnya kelak. Mohon bantuannya.
Agus Supriyadi, Surabaya

Jawab :
Pak Amir yang peduli pendidikan anak, memang bicara pendidikan adalah bicara sesuatu yang “mahal” dan harus dipersiapkan dengan baik, sehingga tujuan yang kita inginkan itu dapat dicapai.

Dalam mempersiapkan biaya pendidikan anak, pertama kali yang harus kita lakukan adalah kemana kita akan menyekolahkan anak kita, dan sampai tingkat apa. Tempat menyekolahkan anak sangat mempengaruhi berapa besar dana yang harus dipersiapkan. Antara sekolah negeri dan sekolah swasta memiliki tingkat biaya yang berbeda. Apalagi jika menyekolahkan anak kita ke luar negeri.

Kemudian sampai tingkat apa anak kita mau kita sekolahkan. Ada orangtua yang menyekolahkan anaknya sampai tingkat S1, bahkan ada yang punya keinginan sampai tingkat S2. Ini juga mempengaruhi besar dana yang dipersiapkan. Untuk tingkat S2, beberapa perguruan tinggi di Indonesia memerlukan dana sekitar Rp. 50 juta. Sedangkan untuk S1 sekitar separuhnya.

Beberapa orangtua ada yang punya keinginan untuk menyekolahkan anaknya sampai ke luar negeri. Untuk ini perlu pertimbangan yang matang, karena biaya pendidikan untuk beberapa negara berbeda-beda. Sekolah di Australia, Amerika Serikat atau daratan Eropa memiliki tingkat biaya berbeda. Yang perlu dipersiapkan untuk sekolah di luar negeri, tidak hanya biaya pendidikannya, juga biaya hidup di sana.

Kedua, adalah bagaimana mempersiapkan biaya pendidikan tersebut. Banyak lembaga keuangan yang membantu kita untuk persiapan ini, apakah di perbankan, asuransi atau bahkan kita dapat mempersiapkan melalui jenis investasi lain yang sesuai dengan pengalaman dan kemampuan kita. Produk yang ada di perbankan, biasanya mengharuskan nasabah untuk menyisihkan pendapatan setiap bulan sesuai dengan target yang sudah ditentukan di awal. Biasanya disebut sebagai tabungan untuk pendidikan. Misalnya untuk anak kita yang masuk SMP 5 tahun lagi, kita memerlukan dana sebesar Rp. 20 juta. Maka bank akan menghitung berapa besar kita harus mengiur setiap bulannya.

Sedangkan produk asuransi lain lagi, ada yang menyebutnya asuransi pendidikan atau asuransi beasiswa. Produk asuransi biasanya mempunyai manfaat saat anak memasuki tahun-tahun sekolah, misalnya saat masuk SD, SMP, SMP atau perguruan tinggi. Agar kita dapat memperoleh manfaat asuransinya, kita harus membayar premi secara reguler atau secara sekaligus.

Untuk membiayai pendidikan ini, ada beberapa orangtua yang menyimpannya dalam bentuk lain, misalnya properti (apakah itu rumah atau tanah), bahkan ada yang mempersiapkannya dalam bentuk batangan emas.

Itu semua tergantung dengan kita, pengalaman kita dan kemampuan kita dalam mempersiapkan dana untuk pendidikan ini.

Jadi pertama, tentukan tujuan secara spesifik, baru kemudian “kendaraan” apa yang paling sesuai untuk mencapai tujuan tersebut.

Selamat mempersiapkan diri.

Wednesday, December 23, 2009

Mengelola Uang THR

Tanya :
Sebagai seorang karyawan, bulan-bulan ini saya menerima uang THR. Tetapi saya bingung bagaimana mengelolanya agar kehidupan kami sedikit lebih baik daripada sebelumnya. Pengalaman sebelumnya sangat menyesakkan karena uang THR yang saya terima tahun lalu habis begitu cepatnya. Mohon saran, agar uang THR dapat saya manfaatkan lebih baik mulai tahun ini.
Rudyanto, Waru

Jawab :
Pak Rudyanto, tampaknya anda telah memperoleh pengalaman yang sangat berharga dengan uang THR yang anda terima tahun lalu. Pengalaman adalah guru yang baik bagi kita, kita tidak perlu menyesalinya tetapi bahkan mensyukurinya karena pengalaman tadi akan memacu kita untuk berbuat sesuatu lebih baik setelahnya. Mudah-mudahan saran di bawah ini membantu anda untuk mengelola uang THR yang anda terima dengan lebih baik.

Pertama, anggaplah uang THR yang anda terima sebagai uang yang harus ditabung atau diinvestasikan. Sehingga anda dan keluarga tidak berpikir tentang kebutuhan apa saja yang bisa dibeli dengan uang THR tadi. Banyak orang yang menghabiskan uang THR yang umumnya sebesar 1 bulan gaji dalam waktu yang sangat singkat, karena mereka tidak punya rencana dan menganggap uang tadi sebagai uang kaget yang boleh dihabiskan dalam waktu sekejap. Bahkan ada yang sudah habis sebelum uang THR diterima, misalnya orang tersebut telah membeli barang tertentu yang pembayarannya dilakukan saat uang THR diterima yang artinya anda membeli sebelum uang di tangan. Sehingga uang THR yang baru saja diterima, langsung “melayang” ke tempat lain.

Kedua, rencanakan penggunaan uang THR tadi sebijak mungkin. Beberapa orang merencanakan untuk membayar premi asuransi dari sana, dan lainnya menginvestasikannya di reksadana atau di deposito. Anda dapat juga mengalokasikan sebagian uang THR tadi untuk kebutuhan yang membengkak menjelang Hari Raya. Misalnya untuk membayar uang THR pembantu, untuk keperluan mudik ke kampung atau lainnya. Pastikan bahwa anda mempunyai rencana penggunaan uang THR tadi.

Ketiga, sebagian uang THR bisa dipakai untuk melunasi atau melunasi sebagian kredit anda. Misalnya anda memiliki kredit kepemilikan rumah di suatu bank, maka anda dapat melunasi sebagian kredit yang anda ambil di bank tersebut. Dengan melunasi sebagian kredit tadi, maka cicilan bulanan selanjutnya akan berkurang dan anda dapat menggunakan selisihnya untuk meningkatkan taraf hidup keluarga. Atau dengan pelunasan sebagian tadi, kita dapat memperpendek masa pembayaran pinjaman. Misalnya masa pembayaran pinjaman awalnya adalah 10 tahun, dengan pelunasan sebagian tadi masa pembayaran menjadi 8 atau 7 tahun.

Tujuan dari diberikannya THR adalah untuk mengatasi kebutuhan yang membengkak menjelang dan saat hari raya, pastikan bahwa THR yang diterima juga dapat meningkatkan kesejahteraan kita selanjutnya. Penggunaan uang THR secara bijak dan hati-hati akan membantu kita untuk melangkah di hari-hari berikutnya dengan lebih baik.

Selamat berhari raya.

Monday, September 28, 2009

Mengalokasikan Kenaikan Gaji untuk Kesejahteraan

Tanya :

Kami baru saja mendapatkan kenaikan gaji yang cukup lumayan di awal tahun ini. Tetapi kami bingung untuk mengalokasikannya. Ada keinginan untuk mengganti mobil, tetapi mobil yang kami pakai saat ini masih layak digunakan. Sedangkan istri menginginkan sebagian untuk membeli perhiasan. Apakah ada saran untuk ini.

Suryanto, Gresik


Jawab :

Selamat kepada anda yang telah mendapatkan kenaikan gaji yang cukup baik tahun ini, ini berarti anda sudah cukup bekerja keras tahun sebelumnya. Dan anda tampaknya orang yang cukup cermat untuk menghindari ketidakefisienan penggunaan kenaikan gaji tadi.


Banyak orang salah mengalokasikan kenaikan gaji tadi, mereka tidak tahu apa yang mereka beli sehingga mereka lebih “miskin” daripada sebelumnya. Misalnya mereka membeli mobil yang lebih baik atau lebih “mewah”, sehingga berakibat membengkaknya biaya bulanannya, karena pembayaran cicilan kredit yang cukup besar. Mereka menambah “kenikmatan” saat ini tetapi dengan mengurangi “kenikmatan” di masa depan, karena dana yang dialokasikan di masa depan semakin kecil.


Pada dasarnya kenaikan gaji haruslah dipakai untuk meningkatkan kesejahteraan, tidak hanya untuk kesejahteraan masa kini tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan di masa depan. Jadi kenaikan gaji tadi sebagian kecil bisa dipakai untuk meningkatkan alokasi keperluan biaya bulanan. Sedangkan sisanya dialokasikan untuk meningkatkan asset produktif anda. Misalnya anda mempunyai sebuah warung kecil yang dijalankan istri anda, maka kenaikan tadi bisa dipakai untuk meningkatkan modal warung tadi. Dengan modal yang lebih besar, maka perputaran dana di warung tadi akan semakin besar, dan keuntungan yang akan didapatkan juga diharapkan meningkat. Juga kenaikan tersebut bisa dipakai untuk meningkatkan investasi portofolio anda. Jika sebelumnya anda bisa menyisihkan dana dari gaji sebesar Rp. 1 juta, dengan kenaikan gaji yang bagus saat ini, anda bisa menyisihkan sebesar Rp. 2 juta.


Tentang keinginan membeli mobil, ada baiknya ditunda dulu, jika anda merasa bahwa pembelian mobil tadi malah menggerogoti surplus pendapatan anda. Sedangkan keinginan istri untuk membeli perhiasan, sepanjang keinginan itu dengan motif investasi, maka keinginan tersebut bisa anda wujudkan. Sepanjang keinginan pribadi anda yang berakibat meningkatnya asset keluarga anda, maka anda dapat melakukannya dengan cermat.


Jadi kenaikan gaji yang cukup baik saat ini, bisa anda jadikan momentum untuk meningkatkan asset anda. Dengan kenaikan asset tadi diharapkan anda dapat juga meningkatkan pendapatan pasif (pendapatan yang diperoleh dari asset produktif, tidak dari anda bekerja) anda. Dan jangan lupa kenaikan gaji tadi menunjukkan bahwa nilai ekonomi anda meningkat seiring dengan kenaikan tersebut, sehingga nilai asuransi anda sebelumnya perlu direview kembali. Anda perlu memikirkan untuk membeli polis baru dengan maksud meningkatkan nilai pertanggungan anda. Jadi kenaikan tadi sebagian bisa dialokasikan untuk membayar premi untuk polis yang baru tersebut.


Selamat berhitung dan selamat meningkatkan asset anda.

Monday, August 10, 2009

Pentingnya Mengatur Keuangan Keluarga

Tanya :

Setelah membaca rubrik ini pada beberapa edisi, saya masih belum terlalu paham dengan maksud mengatur keuangan keluarga. Saya ingin mengetahui secara garis besar maksud dan tujuan dari pengaturan keuangan keluarga ini?

Soenaryo, Sidoarjo


Jawab :

Terima kasih, karena anda sudah mengikuti rubrik ini secara berkala. Dalam beberapa edisi, rubrik ini sudah menampilkan tujuan dari pengelolaan keuangan keluarga, tetapi hanya secara sekilas dijelaskan dalam kasus-kasus yang dibahas.


Pada dasarnya tujuan dari suatu pengelolaan keuangan ini adalah kebebasan finansial. Artinya pada akhirnya keluarga ini bebas dari hutang, mempunyai pendapatan tetap, kredit telah dilunasi, anak-anak sudah lulus sekolah dan uang tunai tetap ada di tangan.


Setelah kita memahami tujuan di atas, maka kemudian kita perlu merancang atau merencanakan apa-apa saja yang perlu dipersiapkan. Misalnya kita harus merencanakan sekolah dari anak-anak kita. Apakah kita ingin anak-anak kita disekolahkan sampai perguruan tinggi atau bahkan menyekolahkannya sampai keluar negeri. Atau dari sisi perencanaan pensiun, apakah kita ingin masa pensiun dapat kita nikmati dengan sejahtera. Artinya kehidupan pensiun kita lalui dengan keuangan yang memadai.


Setelah itu, kita lihat keuangan kita saat ini dan potensi keuangan kita ke depan. Berapa besar dari pendapatan kita yang bisa kita sisihkan untuk mendukung perencanaan kita. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menghitung besar asset yang telah dimiliki. Kemudian lihatlah pengeluaran bulanan kita dan pengeluaran lainnya. Buatlah model pengeluaran kita setiap bulan dan telitilah pengeluaran apa saja yang tidak diperlukan. Jika model pengeluaran kita sudah ada, maka dengan mudah kita bisa mengatur keuangan kita secara lebih disiplin.


Jika kita ingin memahami lebih dalam tentang pengelolaan keuangan keluarga ini, silakan mencari di toko buku, beberapa buku yang berbicara tentang keuangan keluarga, misalnya (tidak hendak mempromosikan buku-buku dimaksud) :

- Perencanaan Keuangan Keluarga karangan Ir. Heru Kustriyadi Wibawa, MSc

- Save or Sorry, Menabung atau Menyesal karangan Hendri Hartopo

- Cara Cerdas Mengelola Investasi Keluarga karangan Elvyn G. Masassya

- Smart Saving and Borrowing for Ordinary Family karangan Roy Sembel dkk


Dengan mengelola keuangan keluarga kita dengan baik, maka tujuan keuangan kita akan tercapai.